Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyangkal bahwa anggapan penurunan utang luar negeri (ULN) swasta pada kuartal IV-2025 disebabkan oleh pengusaha yang menahan ekspansi. Purbaya menjelaskan, penurunan utang pada kuartal IV perlu dilihat secara berkelanjutan. Menurutnya, utang swasta akan kembali meningkat seiring bergeraknya roda ekonomi. Maka dari itu menurut Purbaya, ada faktor lain yang memengaruhi penurunan ULN, yakni meningkatnya sumber pendanaan dari perbankan nasional. Sehingga ia meminta publik tidak reaktif terhadap naik atau turunnya utang swasta karena yang terpenting adalah tren jangka panjang yang sejalan dengan aktivitas ekonomi.
Berdasarkan data, Bank Indonesia posisi utang luar negeri pada akhir Kuartal IV 2025 mencapai 431,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 7.252,56 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.800 per dollar AS. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Kuartal III 2025 yang sebesar 427,6 miliar dollar AS. Secara tahunan, posisi tersebut juga meningkat dari Kuartal IV 2024 yang sebesar 424,8 miliar dollar AS. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan kenaikan utang luar negeri pada Kuartal IV 2025 terutama bersumber dari sektor publik. Posisi utang luar negeri swasta tercatat menurun.
