Bank Indonesia (BI) tengah menyiapkan program agar Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) bisa mendapatkan label hijau. Hal itu nantinya akan memudahkan UMKM tersebut mendapatkan pembiayaan dari perbankan hingga mendapatkan pasar khususnya pasar internasional. Deputi Direktur Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia (BI) Heru Rahadian menyampaikan bahwa BI tengah mengarahkan agar sektor perbankan memberikan pembiayaan ke sektor berkelanjutan. “Untuk menurunkan emisi caranya dengan meminta bank untuk menurunkan porsi kredit tidak hijau atau meningkatkan porsi kredit hijau. Artinya pembiayaan hijau akan meningkat. Salah satunya lewat UMKM,” kata Heru di Jakarta, Kamis (12/2).
BI, kata dia, akan mengeluarkan program UMKM berkelanjutan yang akan diluncurkan dalam beberapa hari kedepan. “Kenapa kami mengeluarkan program tersebut, karena market di luar negeri ingin ada pelabelan hijau. Nantinya kita akan mengeluarkan panduan, lalu diberikan pendampingan dan pelatihan untuk mencapai label hijau,” jelasnya. Nantinya, BI juga akan bantu UMKM untuk bertemu dengan pihak perbankan agar bisa mendapatkan akses pembiayaan hingga membantu UMKM untuk mendapatkan pasar khususnya di luar negeri.
Heru menyampaikan alasan mengapa Bank Indonesia cukup serius dalam menurunkan emisi. “Dalam perspektif keuangan, penghasil emisi terbesar itu bukan perusahaan Batubara ataupun sektor transportasi tapi bank. Karena barangsiapa yang membiayai proyek maka emisinya itu harus tercatat bagi yang membiayai. Bank isinya kredit semua, setiap kredit ada emisnya. Maka jika bisa menurunkan emisi bank maka emisi nasional itu berpengaruh,” katanya.
