Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, Bahlil Lahadalia, melaporkan perkembangan 18 proyek hilirisasi kepada Presiden Prabowo Subianto. Enam di antaranya telah memasuki tahap groundbreaking. Dalam catatan Kontan, Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah melaksanakan groundbreaking fase pertama atas enam proyek hilirisasi yang tersebar di 13 lokasi di Indonesia. Bahlil menambahkan, Satgas Hilirisasi telah merumuskan sejumlah program tambahan untuk memperkuat agenda tersebut. Langkah ini diarahkan untuk menekan ketergantungan impor dan mendorong produksi dalam negeri.
CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menyampaikan, total investasi untuk enam proyek tersebut mencapai 7 miliar dollar AS atau setara Rp 115,5 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.500 per dollar AS. Enam proyek tersebut dipilih bukan semata dari besaran investasi, melainkan juga dari potensi penciptaan lapangan kerja dan dampaknya terhadap pertumbuhan daerah. Rosan menilai, proyek-proyek itu diharapkan memberi kontribusi langsung terhadap penguatan ekonomi nasional.
