Amerika Serikat (AS) tengah menyusun proposal untuk Jalur Gaza, Palestina, yang salah satu isinya membolehkan kelompok milisi Hamas tetap menyimpan senjata. Sejumlah pejabat dan orang-orang yang mengetahui proposal ini mengatakan bahwa Hamas akan diizinkan menyimpan sejumlah senjata ringan, setidaknya untuk sementara waktu. Senjata-senjata berat di sisi lain wajib untuk diserahkan sejak awal. Proposal ini dimaksudkan untuk melucuti senjata Hamas secara bertahap. Proposal ini akan dibagikan kepada Hamas dalam beberapa pekan mendatang.
Rencana pelucutan senjata bertahap ini mewakili upaya signifikan AS menuju demiliterisasi Hamas. Ini merupakan elemen kunci dari rencana 20 poin Trump untuk Gaza. Jika Hamas menyetujuinya, ini akan menjadi terobosan dalam pelemahan monopoli kekuasaan Hamas. Israel kemungkinan besar tidak akan menarik pasukan dari Gaza hingga Hamas benar-benar melepas senjata. Israel sejak awal mendesak pelucutan senjata Hamas dan bersumpah akan melumpuhkan kelompok itu.
Hamas sementara itu tak pernah secara terbuka menyatakan berkenan menyerahkan senjata. Pembahasan soal ini saja sudah menciptakan perpecahan dalam kelompok tersebut. Banyak anggota Hamas menilai penyerahan senjata sama saja dengan menyerah kepada Israel, hal yang bertentangan dengan ideologi Hamas. Pejabat senior Hamas, Khaled Meshal, pada Minggu (8/2) menyatakan kelompoknya tetap akan mempertahankan senjata, namun tidak berencana menggunakannya dalam waktu dekat.
