Diplomasi sering dibayangkan sebagai pertemuan kaku dibalik meja perundingan, namun bagi Ani Nigeriawati, Direktur Diplomasi Kementerian Luar Negeri, diplomasi adalah sebuah “seni” yang jauh lebih luas dari sekedar urusan politik dan perjanjian tertulis.
Kekuatan soft power adalah sebuah pendekatan yang mengedepankan pengaruh melalui budaya, komunikasi, dan daya tarik bangsa. Diplomasi adalah membangun kepercayaan (mutual trust). Menurut Ani, “Diplomasi itu adalah sebuah seni, profesi, sekaligus proses jangka panjang. Manfaatnya mungkin tidak langsung terasa hari ini, tapi ia membangun fondasi agar bangsa lain menaruh hormat dan percaya pada kita.”
Ia mencontohkan bagaimana Indonesia menggunakan kekuatan budayanya melalui kuliner, fesyen, hingga musik sebagai “senjata” untuk memenangkan hati masyarakat internasional. Melalui program seperti beasiswa seni dan budaya bagi pemuda asing, Indonesia menciptakan “duta-duta” baru yang akan bercerita tentang Nusantara di negaranya masing-masing. Melalui pendekatan yang lebih dinamis dan humanis, Ani Nigeriawati optimis citra Indonesia akan semakin kuat bukan melalui paksaan politik namun melalui pesona budaya dan kemahiran dalam “seni” berdiplomasi.
