Studi mengungkap keberadaan dan potensi bakteri aktinomisetes yang hidup di tanah rhizosfer (sekitar akar/rimpang) kunyit (Curcuma longa L). Bakteri ini berpeluang melahirkan senyawa baru yang bersifat antikanker payudara. Hebatnya, bakteri tersebut memiliki tingkat toksisitas atau penyebaran racun yang sangat rendah terhadap sel normal. Itu artinya, temuan ini dapat menjadi alternatif pengobatan yang relatif aman dibanding pengobatan konvensional.
Studi berjudul “Rhizospheric actinomycetes from turmeric (Curcuma longa L.): Isolation, detection of the biosynthetic gene clusters, and anticancer activity against T47D cancer cells” ini adalah riset kolaboratif tim Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Fakultas Biologi UGM. Hasilnya terbit di Journal of Applied Pharmaceutical Science pada 5 Februari 2025.
