Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak memastikan pihaknya telah menyiapkan sejumlah personel untuk misi perdamaian di Gaza, Palestina. Unsur yang disiapkan meliputi tenaga medis dan pasukan zeni, yang dinilai relevan dengan kebutuhan sipil di wilayah konflik. Maruli mengatakan latihan bagi personel sudah berjalan. Ia menegaskan bahwa keterlibatan TNI AD dalam misi ini merupakan bagian dari penugasan negara.
Meski belum ada kepastian jumlah, Maruli menyebut skala pasukan bisa mencapai satu brigade, yakni sekitar 5.000 hingga 8.000 personel. Namun angka itu masih dalam tahap pembahasan bersama pemerintah dan Mabes TNI. Proses penyiapan pasukan disebut terus berjalan sembari menunggu arahan pemerintah. Kehadiran pasukan perdamaian Indonesia di Gaza diharapkan memberi manfaat langsung bagi warga sipil yang terdampak konflik Palestina –Israel, khususnya akibat serangan Israel.
Unsur medis dan zeni diproyeksikan membantu layanan kesehatan serta dukungan infrastruktur dasar di tengah situasi krisis. Misi perdamaian ini bukan mandat PBB, melainkan bagian dari Board of Peace (BoP), sebuah inisiatif yang dibentuk Donald Trump pada Januari 2026. Namun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebelumnya mengingatkan agar pasukan perdamaian Indonesia tidak diarahkan untuk memerangi kelompok perlawanan Palestina. Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis menekankan pentingnya menjaga posisi netral agar misi perdamaian benar-benar memberi manfaat bagi rakyat Gaza.
