Dana PIP Rp 450 Ribu Sudah di Rekening, Mengapa Siswa SD di Ngada Tak Bisa Mencairkannya?

YBR siswa SD SD Negeri di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang ditemukan meninggal dalam keadaan tergantung di pohon cengkeh tidak jauh dari rumah neneknya, memicu keprihatinan luas, terutama terkait kondisi sosial dan hambatan administrasi bantuan pendidikan bagi warga kurang mampu.

Bantuan pendidikan dari pemerintah sulit diakses oleh keluarga korban karena masalah Nomor Induk Kependudukan (NIK). Kepala UPTD SD Negeri Rj, Maria Ngene menjelaskan pihak sekolah sebenarnya telah mengusulkan YBR sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP). Dana sebesar Rp 450.000 sudah masuk ke rekening, namun gagal dicairkan, karena belum memiliki NIK.

Menanggapi peristiwa ini, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ngada, Gerardus Reo, langsung meninjau lokasi gubuk bambu berukuran 2×3 meter tempat YBR tinggal. Ia memastikan pihaknya segera merampungkan dokumen kependudukan keluarga korban agar kejadian serupa tidak terulang.

Bupati Raymundus Bena pun menegaskan bahwa kasus ini menjadi tamparan keras bagi birokrasi. Ia memerintahkan seluruh jajaran, mulai dari kepala sekolah hingga kepala desa, untuk melakukan sistem “jemput bola” dalam urusan administrasi bantuan.

Search