Penandatanganan Tarif Impor dengan AS Tertunda karena Dewan Perdamaian Gaza

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa proses negosiasi kesepakatan tarif impor resiprokal dengan Amerika Serikat telah selesai, namun penandatanganannya masih harus menyesuaikan jadwal antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump serta memerlukan fine tuning pada legal drafting.

Persentase tarif impor yang akan diberikan Indonesia belum diungkapkan karena masih berada di bawah Non-Disclosure Agreement, dan informasinya baru akan dibuka setelah penandatanganan resmi. Penundaan penandatanganan dari akhir Januari ke Februari disebabkan oleh dinamika termasuk pembentukan Board of Peace (Dewan Perdamaian Gaza), namun keputusan Presiden Prabowo untuk bergabung dengan Dewan tersebut tidak berhubungan dengan perjanjian tarif dagang.

Search