Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menyoroti dampak kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) pada guru. Ia menilai, guru tengah diuji dalam menjaga martabat profesi sambil memperkuat kompetensi anak Indonesia. Kendati demikian, Fajar mengatakan perkembangan AI tidak boleh dipandang sebagai ancaman. Menurutnya, perlu dilihat sebagai peluang dalam memperkuat kualitas pembelajaran.
AI juga dapat mempertegas peran pendidik dalam membentuk karakter SDM RI masa depan. Dalam hal ini, guru tetap yang berperan utama dalam mendukung tumbuhnya nilai keteladanan, empati, kebijaksanaan, dan pembentukan karakter siswa. Fajar juga menyoroti peran AI dalam membuka peluang peningkatan kualitas pembelajaran.
Namun, peluang tersebut menurutnya tetap butuh peran guru. Dalam hal ini, guru dituntut untuk memiliki literasi digital yang kritis dan kapasitas pedagogik yang kuat. Diketahui, hingga tahun akademik 2025/2026, puluhan ribu guru sudah menjalani pelatihan terkait mapel pilihan koding dan AI untuk memperkuat literasi digital dan kemampuan berpikir komputasional.
