Pemerintah Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah memperkuat sistem pertahanan udara dan rudal di seluruh kawasan Timur Tengah. Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan aksi balasan dari Iran jika militer AS melancarkan serangan di masa mendatang. Pentagon saat ini tengah mengerahkan tambahan baterai Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dan sistem pertahanan rudal Patriot ke sejumlah lokasi strategis. Lokasi-lokasi tersebut mencakup pangkalan di mana pasukan AS ditempatkan, termasuk di Yordania, Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, dan Qatar.
Hingga saat ini, Presiden AS Donald Trump belum mengumumkan keputusan resmi terkait aksi militer terhadap Iran. Namun, sejumlah pejabat menyatakan bahwa AS memiliki kemampuan untuk melakukan serangan terbatas dengan kekuatan yang sudah ada di kawasan tersebut. Meski demikian, terdapat kekhawatiran mengenai dampak dari serangan tersebut.
Selain pertahanan darat, Angkatan Laut AS juga telah menyiagakan beberapa kapal perusak rudal kendali yang mampu mencegat ancaman udara seperti rudal dan drone. Fokus pada penguatan pertahanan udara ini berkaca pada intensitas pertukaran rudal selama perang 12 hari antara Israel dan Iran tahun lalu.
