Markas Scam di Kamboja Digerebek, Nyaris 1.800 Warga China Ditahan

Kepolisian Kamboja melancarkan operasi besar-besaran terhadap sindikat penipuan daring (online scam) dan mengamankan lebih dari 2.000 orang pada Sabtu (31/1). Kementerian Dalam Negeri Kamboja mengungkapkan bahwa dari 2.000 orang yang diamankan, hampir 1.800 dari total mereka yang ditahan adalah warga negara China. Operasi skala besar ini menyasar sebuah kompleks penipuan di Bavet, kota terbesar di Provinsi Svay Rieng yang berbatasan langsung dengan Vietnam.

Kompleks di Bavet tersebut terdiri dari 22 gedung yang beroperasi dengan kedok kasino. Wilayah ini dilaporkan telah lama menjadi sarang aktivitas ilegal, mulai dari penipuan telekomunikasi hingga judi daring. Selain di Bavet, operasi serupa juga dilakukan serentak di beberapa wilayah lain, termasuk Sihanoukville. Tekanan dari aparat dilaporkan telah membuat sejumlah situs penipuan ditutup secara sukarela oleh pengelolanya sebelum penggerebekan terjadi.

Langkah tegas Kamboja ini dipicu oleh desakan pemerintah China. Duta Besar China untuk Kamboja, Wang Wenbin, sebelumnya menyatakan bahwa maraknya kasus warga China yang hilang di Kamboja telah mengganggu hubungan diplomatik kedua negara. Sebagai catatan, Komite Ad-Hoc Penanggulangan Scam Daring Kamboja melaporkan bahwa dalam tujuh bulan terakhir, sebanyak 5.106 tersangka dari 23 negara telah ditangkap, dengan 4.534 di antaranya telah dideportasi.

Search