Virus Nipah (NiV) yang kembali menghantui India dan membuat geger dunia. Ini merupakan infeksi langka tetapi serius yang dapat menyerang hewan dan manusia. Demi mencegah masuknya virus Nipah, berbagai bandara di Asia, termasuk Indonesia, mulai memperketat pemeriksaan kesehatan. Sebab, gejala dari infeksi virus ini dari ringan hingga berat. Gejalanya biasanya muncul dalam 4 hingga 14 hari setelah terpapar virus. Dikutip dari laman Apollo 247, beberapa orang mungkin tidak menunjukkan gejala sama sekali.
Berikut gejala awal pada kasus ringan hingga sedang, Demam tinggi, sering disertai menggigil, sakit kepala parah sering terjadi dan mungkin terasa berbeda dari sakit kepala tegang biasa, nyeri dan kelemahan tubuh, mirip dengan gejala flu, iritasi atau nyeri di tenggorokan, mual dan muntah. Gejala-gejala ini dapat disalahartikan sebagai flu atau demam berdarah. Jadi, penting untuk memantaunya dengan cermat, terutama jika pernah berada di daerah dengan wabah Nipah.
Jika infeksi memburuk, dapat mempengaruhi otak dan sistem pernapasan, yang menyebabkan, kesulitan berpikir jernih atau merasa disorientasi, kelelahan ekstrem atau koma, gemetar atau kejang yang tidak terkontrol, gangguan pernapasan, mirip dan pneumonia, ensefalitis atau pembengkakan otak yang merupakan komplikasi berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan neurologis jangka panjang atau kematian. Dalam kasus yang parah, virus Nipah dapat berakibat fatal, dengan tingkat kematian yang tinggi (40-75 persen). Deteksi dan pengobatan dini sangat penting untuk pemulihan.
