Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa tanpa budaya membaca dan menulis mustahil Indonesia dapat menjadi bangsa maju, hal ini disampaikan pada saat membuka Musyawarah Nasional ke-20 Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) di Jakarta, (19/11/2025) beberapa waktu yang lalu.
Budaya literasi penting di sekolah karena beberapa alasan, antara lain: budaya literasi dapat meningkatkan kemampuan akademis siswa, seperti kemampuan membaca, menulis, dan memahami informasi; dapat membantu membangun karakter siswa, seperti kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif; dan dapat meningkatkan kualitas hidup siswa, seperti kemampuan mengelola informasi, membuat keputusan, dan berkomunikasi secara efektif.
Jika upaya membangun budaya literasi ini terus dilakukan secara konsisten, terukur, terevaluasi secara masif, apresiasi yang memotivasi, dan teladan nyata dari lingkungan maka budaya literasi di sekolah akan dapat terwujud sehingga mampu membentuk generasi yang cerdas dan berakhlak.
