Presiden China Xi Jinping dilaporkan memecat seorang jenderal elit Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) setelah kepergok membocorkan informasi sensitif terkait program senjata nuklir China kepada Amerika Serikat. Kasus ini langsung mengguncang jajaran tertinggi militer dan memicu perhatian luas di dalam maupun luar negeri. Jenderal yang dimaksud adalah Zhang Youxia, 75 tahun, anggota Politbiro Partai Komunis China dan tokoh senior dalam struktur militer negara itu. Pengarahan internal itu dilaporkan berlangsung sebelum Kementerian Pertahanan China mengumumkan secara resmi pada 24 Januari, pihaknya tengah menyelidiki Jenderal Zhang atas dugaan pelanggaran serius.
Seiring penyelidikan berjalan, tuduhan terhadap Zhang dilaporkan meluas. Selain dugaan kebocoran rahasia negara, ia juga dituding menyalahgunakan wewenang dan menerima suap dalam proses promosi jabatan di lingkungan militer, termasuk dalam sistem pengadaan dan pengembangan persenjataan strategis. Langkah ini menandai meluasnya pembersihan di jajaran puncak militer dan memicu spekulasi mengenai krisis kepercayaan di internal Tentara Pembebasan Rakyat. Penyelidikan terhadap Jenderal Zhang Youxia dinilai menjadi pukulan politik yang signifikan bagi Presiden China Xi Jinping.
Kasus ini menarik perhatian luas karena Zhang dikenal sebagai sekutu lama Xi, dengan hubungan historis yang telah terjalin sejak generasi sebelumnya, ketika ayah kedua tokoh tersebut pernah bekerja bersama dalam struktur militer dan politik Partai Komunis China. Pengamat menilai langkah penyelidikan terhadap Zhang menunjukkan kampanye penertiban dan antikorupsi yang digencarkan Xi Jinping di tubuh militer tidak memberikan pengecualian, bahkan kepada figur yang berada di lingkaran terdekat kekuasaan.
