Tingginya biaya tenaga kerja di kawasan Jawa bagian barat menjadi salah satu faktor utama yang mendorong industri padat karya melakukan relokasi pabrik ke wilayah dengan struktur upah yang lebih rendah. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Muhammad Faisal mengatakan, relokasi industri dari Jawa Barat ke wilayah lain sebenarnya telah berlangsung sejak lebih dari 1 dekade lalu. Sejumlah pabrik mulai memindahkan basis produksinya ke Jawa Tengah, yang dinilai menawarkan biaya produksi lebih kompetitif. Selain berpindah antarprovinsi, sebagian industri juga memilih relokasi di dalam wilayah Jawa Barat dengan mempertimbangkan perbedaan tingkat upah antar kabupaten. Sejumlah pabrik yang sebelumnya beroperasi di kawasan Bandung, Bogor, dan sekitarnya, mulai bergeser ke wilayah seperti Majalengka dan Sukabumi.
