Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluncurkan “Dewan Perdamaian” barunya di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Peluncuran ini dilakukan dengan upacara penandatanganan untuk sebuah badan dengan biaya keanggotaan $1 miliar dan daftar undangan yang kontroversial. Sekelompok pemimpin dan pejabat senior dari 19 negara — termasuk sekutu Trump dari Argentina dan Hongaria — berkumpul di atas panggung bersama Trump untuk menandatangani piagam pendirian badan tersebut.
Awalnya, Dewan Perdamaian dimaksudkan untuk mengawasi perdamaian di Gaza setelah perang antara Hamas dan Israel, piagam dewan tersebut membayangkan peran yang lebih luas dalam menyelesaikan konflik internasional, memicu kekhawatiran bahwa Trump ingin badan tersebut menyaingi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun, Trump mengatakan organisasi tersebut akan bekerja “bersama” dengan PBB. Potensi keanggotaan Dewan Perdamaian telah terbukti kontroversial, dengan Trump mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin, yang menginvasi Ukraina empat tahun lalu. Trump mengatakan, Putin telah setuju untuk bergabung, sementara pemimpin Rusia itu mengatakan dia masih mempelajari undangan tersebut.
Donald Trump mengatakan, dalam upacara Dewan Perdamaian di Davos bahwa ada komitmen untuk memastikan Gaza didemiliterisasi dan “dibangun kembali dengan indah.” Banyak sekutu AS memilih untuk tidak berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian Gaza. Trump mengatakan bahwa 59 negara telah menandatangani perjanjian tersebut — meskipun kepala negara, diplomat top, dan pejabat lainnya dari hanya 19 negara ditambah AS yang benar-benar hadir.
