Sebanyak 1.440 Warga Negara Indonesia (WNI) terbebas dari lokasi sindikat penipuan siber (online scam) di Kamboja dalam kurun waktu lima hari terakhir. Gelombang evakuasi mandiri ini terjadi menyusul komitmen Pemerintah Kamboja memberantas praktik perdagangan ilegal tersebut. Gelombang kedatangan terbesar terjadi pada Senin, ketika 520 warga Indonesia datang ke kedutaan. Banyak dari para WNI ini mendatangi KBRI untuk meminta perlindungan dan bantuan pemulangan.
Situasi ini diperkirakan merupakan imbas dari langkah tegas Pemerintah Kamboja yang menangkap dan mendeportasi Chen Zhi, ke negara asalnya bulan ini. Chen Zhi, yang merupakan mantan penasihat pemimpin Kamboja, dituduh menjalankan operasi online scam besar-besaran dan telah didakwa oleh otoritas Amerika Serikat pada Oktober 2025. Para analis menilai ekstradisi Chen Zhi menciptakan efek jera dan kekhawatiran akan konsekuensi hukum di kalangan pelaku industri gelap ini. Beberapa operator sindikat scam bahkan membebaskan pekerjanya atau mengosongkan lokasi operasi mereka guna menghindari penggerebekan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan, setidaknya ada 100.000 orang yang dipekerjakan dalam industri ini di Kamboja saja. Kasus yang melibatkan WNI di Kamboja pun terus meningkat signifikan. Dengan terus berjalannya penegakan hukum oleh otoritas setempat, jumlah WNI korban scam Kamboja yang datang ke KBRI Phnom Penh diprediksi akan terus bertambah dalam beberapa waktu ke depan.
