Pasukan Israel mengerahkan sejumlah buldoser menghancurkan bangunan di markas besar UNRWA, Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pengungsi Palestina, yang ada di Yerusalem Timur. PBB mengutuk keras tindakan Israel. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres meminta Israel untuk segera menghentikan mengerahkan buldoser ke markas UNRWA. Guterres mengatakan UNRWA adalah wilayah yang kebal dan tidak bisa diganggu gugat.
Juru bicara UNRWA, Jonathan Fowler, mengatakan bahwa pasukan Israel “menyerbu” kompleks tersebut pada Selasa (20/1) pagi. Pasukan Israel itu mengusir para penjaga keamanan dari kompleks tersebut, sebelum sejumlah buldoser datang dan mulai menghancurkan bangunan-bangunan di kompleks tersebut. “Ini merupakan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap UNRWA dan bangunannya. Dan hal ini juga merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan hak istimewa serta kekebalan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Fowler. “Ini seharusnya menjadi peringatan. Apa yang terjadi hari ini pada UNRWA dapat terjadi besok pada organisasi-organisasi internasional atau misi diplomatik lainnya di seluruh dunia,” ucapnya.
Sejumlah foto yang dipublikasikan AFP menunjukkan beberapa alat berat merobohkan bangunan-bangunan di kompleks UNRWA di Yerusalem Timur, dengan bendera Israel berkibar di atasnya. Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, sempat melakukan kunjungan singkat ke lokasi tersebut. Israel berulang kali menuduh UNRWA memberikan perlindungan kepada militan Hamas, mengklaim bahwa beberapa staf UNRWA ikut serta dalam serangan Hamas pada 7 Oktober lalu yang memicu perang Gaza.
