Dikutip dari Investing.com, Selasa, 20 Januari 2026, harga minyak Brent berjangka yang berakhir pada bulan Maret turun 0,6 persen menjadi USD63,78 per barel, dan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka turun 0,5 persen menjadi USD59,05 per barel. Harga minyak turun dengan sentimen risiko terpukul setelah Presiden AS Donald Trump mengancam sanksi ekonomi terhadap pada delapan negara Eropa yang menentang rencananya agar Amerika Serikat mengakuisisi Greenland. Ini merupakan sebuah langkah yang meningkatkan prospek perselisihan perdagangan transatlantik yang lebih luas.
Negara-negara yang menjadi target termasuk Prancis, Jerman, dan Inggris, bersama dengan beberapa negara Nordik dan Eropa utara. Trump mengatakan tarif 10 persen akan berlaku pada 1 Februari, naik menjadi 25 persen pada bulan Juni jika tidak ada kesepakatan yang tercapai. Laporan media menunjukkan bahwa Uni Eropa sedang bersiap untuk menghentikan usulan kesepakatan Uni Eropa-AS. “Ada juga dorongan dari Prancis agar Uni Eropa menggunakan instrumen anti-koersi terhadap AS. Ini akan membatasi akses AS ke pasar tunggal Uni Eropa,” kata analis di ING.
