Pemerintah menyerap dana senilai Rp12 triliun dari lelang delapan seri Surat Berharga Negara Syariah (SBSN) atau sukuk pada 13 Januari 2025. Dikutip dari keterangan Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan di Jakarta, Rabu, total penerimaan masuk yang tercatat pada lelang kali ini mencapai Rp55,26 triliun. Serapan terbesar berasal dari seri PBS030 (pembukaan kembali) yang dimenangkan sebesar Rp4,15 triliun dari penawaran masuk Rp8,64 triliun. Imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan seri ini sebesar 5,15938 persen dengan jatuh tempo 15 Juli 2028.
Selanjutnya, pemerintah menyerap dana senilai Rp3 triliun dari seri SPNS12102026 (penerbitan baru) yang menerima penawaran masuk Rp10,08 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 4,5 persen dengan jatuh tempo 12 Oktober 2026. Dari seri PBS040 (pembukaan kembali), pemerintah menyerap dana senilai Rp1,1 triliun, kemudian masing-masing Rp1 triliun untuk seri SPNS10022026 (pembukaan kembali) dan SPNS13072026 (pembukaan kembali).
Serapan berikutnya berasal dari seri PBS038 (pembukaan kembali) yang dimenangkan sebesar Rp750 miliar dan seri PBSG002 (pembukaan kembali) dimenangkan sebesar Rp600 miliar dari penawaran masuk Rp4,55 triliun. Terakhir, seri PBS034 (pembukaan kembali) dimenangkan senilai Rp400 miliar.
