Danantara menggerakkan transformasi BUMN, sehingga saham TLKM naik sekitar 81 % dalam enam bulan terakhir dan nilai pasar mencapai Rp 115 triliun, menandakan respons positif pasar. Transformasi tersebut menekankan peningkatan SDM, adopsi teknologi digital seperti AI dan blockchain, serta dan diharapkan memberi efek serupa pada BUMN lain seperti Garuda dan Krakatau Steel.
TLKM akan memisahkan bisnis dan aset wholesale fiber connectivity ke InfraNexia melalui spin‑off, dengan nilai aset tahap pertama Rp 35 triliun dan total sekitar Rp 90 triliun, sebagai sumber pertumbuhan baru dan efisiensi operasional.
