Kurs Rupiah Turun 7 Hari Beruntun Saat APBN 2026 Diperkirakan Bakal Minus di Atas 3%

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah tujuh hari beruntun di tengah ramalan para ekonom bahwa APBN 2026 akan minus di atas 3% dari PDB, angka tersebut di atas regulasi keuangan negara yang menetapkan defisit maksimal 3% dari PDB. Pada perdagangan Senin (12/1/2026) nilai tukar rupiah melemah 0,21% atau 36 poin. Bloomberg mencatat level ini membuat kurs rupiah berada pada level Rp16.855 per dolar AS.

Realisasi APBN 2025 mencatatkan minus Rp695,1 triliun. Jumlah ini setara 2,92% terhadap PDB. Realisasi ini membengkak dari ramalan semula yakni Rp662 triliun atau 2,78% terhadap PDB. Managing Director Chief India Economist and Macro Strategist Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari mencatat defisit fiskal Indonesia sebesar 2,92% itu lebih tinggi dari yang dibukukan beberapa tahun sebelumnya. Perhatian akan ketahanan ekonomi Indonesia lebih tinggi oleh kalangan ekonom karena rencana awal defisit ditetapkan 2,53% lalu direvisi menjadi 2,78%.

Ekonom Citi Helmi Arman memperkirakan defisit menembus angka 3,5% terhadap PDB di 2026 dari perkiraan awal 2,7% terhadap PDB. Terdapat dugaan bahwa pemerintah bakal merevisi aturan batas defisit 3% terhadap PDB yang ada di Undang-Undang (UU) Keuangan Negara.

Search