Penyaluran kredit perbankan mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 7,74%, dengan kredit investasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi. Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh lebih kencang mencapai 12,03% secara tahunan. Kondisi perbankan dinilai sehat dan memiliki ketahanan yang kuat, tercermin dari likuiditas yang memadai serta kualitas kredit yang terjaga. Hal ini ditunjukkan oleh rasio kredit bermasalah (NPL) yang turun dan rasio kecukupan modal (CAR) yang berada di tingkat tinggi.
Pertumbuhan kredit terjadi meskipun suku bunga telah mengalami penurunan, sementara OJK memproyeksikan kinerja perbankan ke depan akan tetap solid. Proyeksi tersebut didukung oleh kualitas kredit yang terjaga dan permodalan kuat, namun tetap bergantung pada faktor eksternal seperti kondisi ekonomi nasional.
