Yogyakarta Pantau Potensi Superflu Pasca-Liburan Panjang

Penyakit influenza varian baru yang dikenal sebagai superflu tidak memiliki tingkat kegawatan seperti COVID-19, namun demikian masyarakat diminta tetap waspada, dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta mencukupi waktu istirahat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Lana Unwanah, mengatakan superflu merupakan penyakit menular yang mudah menyebar. Kerentanan terutama pada kelompok lansia, anak-anak, serta penderita penyakit penyerta (komorbid). Adapun potensi lonjakan kasus setelah libur panjang dan meningkatnya mobilitas wisatawan masih terus dipantau. Secara nasional, jumlah kasus superflu yang terkonfirmasi hingga akhir 2025 tercatat lebih dari 60 kasus dan tersebar di sejumlah provinsi. 

Dosen Mikrobiologi FK-KMK UGM, Tri Wibawa, mengatakan bahwa virus Influenza A ”subclade” K secara genetik memiliki perbedaan dengan virus yang sebelumnya bersirkulasi. Meskipun begitu, dapat dipastikan bahwa subclade K ini tetap memiliki kekerabatan yang dekat dengan virus flu musiman yang kerap dialami oleh banyak orang. 

Search