Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama (Kemenag) bergerak cepat memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di madrasah yang terdampak banjir dan longsor di Sumatera Barat kembali berjalan normal. Pemulihan ini menjadi prioritas utama guna menjamin hak pendidikan para siswa terpenuhi meski di tengah keterbatasan pascabencana.
Sebagai dukungan nyata, Kemenag menggelontorkan bantuan penanganan dampak bencana sebesar Rp6,4 miliar yang dialokasikan untuk 64 Madrasah dan Raudhatul Athfal (RA) di seluruh Sumatera Barat. Setiap lembaga menerima bantuan senilai Rp100 juta yang difokuskan untuk rehabilitasi ringan, pengadaan alat peraga pendidikan, serta pemulihan lingkungan belajar yang terdampak.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Abu Rokhmad menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para wali murid, masyarakat sekitar, dan relawan yang secara gotong royong membantu madrasah untuk bangkit. Semangat kebersamaan inilah yang dianggap menjadi mesin penggerak utama sehingga fasilitas yang rusak bisa segera diperbaiki
