Israel Akui Somaliland, RI-Arab Tolak Potensi Pengusiran Warga Gaza

Negara Arab hingga negara mayoritas muslim termasuk Indonesia, menolak dengan keras keterkaitan pengakuan Israel terhadap Somaliland dengan pengusiran secara paksa warga Palestina ke wilayah itu. Sikap itu merupakan pernyataan bersama 21 negara Arab dan mayoritas Muslim, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) serta Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Puluhan negara itu yakni Arab Saudi, Aljazair, Djibouti, Gambia, Indonesia, Iran, Irak, Kuwait, Komoro Libya, Maladewa, Mesir, Nigeria, Oman, Pakistan, Palestina, Qatar, Somalia, Sudan, Turki, dan Yaman,

“Penolakan penuh terhadap segala potensi keterkaitan antara tindakan tersebut dengan segala upaya untuk secara paksa mengusir rakyat Palestina dari tanah mereka, yang secara tegas ditolak dalam bentuk apa pun sebagai prinsip dasar,” demikian pernyataan bersama yang dirilis Kementerian Luar Negeri RI di media sosial pada Rabu (31/12). Israel selama ini berusaha memindahkan warga Jalur Gaza dari tanah air mereka dengan dalih rekonstruksi. Tindakan tersebut dikecam oleh komunitas internasional.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Somaliland pada pekan lalu. Somaliland merupakan daerah semi-gurun yang berada di sepanjang garis pantai Laut Merah Somalia. Wilayah ini memiliki luas 177.000 kilometer persegi dan dihuni sekitar 5,7 juta jiwa. Somaliland juga bekas protektorat Inggris yang pernah merdeka selama lima hari pada 1960 sebelum akhirnya bersatu dengan Somalia. Karena gejolak politik dan situasi keamanan, wilayah ini memproklamasikan kemerdekaan pada 1990.


Search