Peringatan World Bank untuk Ekonomi RI Kala Defisit APBN Dekati 3%

Ambisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengerek pertumbuhan ekonomi hingga ke level 8% tampaknya bakal menghadapi kenyataan pahit, setidaknya berdasarkan proyeksi terbaru Bank Dunia. Dalam laporan bertajuk Indonesia Economic Prospects (IEP) edisi Desember 2025, Bank Dunia memproyeksikan ekonomi Indonesia masih akan terperangkap dalam jebakan pertumbuhan 5% hingga jelang akhir masa jabatan Prabowo. Lembaga yang bermarkas di Washington DC itu mematok proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil Indonesia stagnan di angka 5,0% secara berturut-turut pada 2024, 2025, dan 2026. Angka ini tidak berubah dari pola pertumbuhan historis Indonesia dalam satu dekade terakhir. Sinyal pemulihan baru terlihat pada 2027, yang mana Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan merangkak naik ke level 5,2%. 

Bank Dunia juga memberi peringatan terkait kesehatan fiskal Indonesia dalam jangka menengah, terdapat proyeksi defisit APBN akan melebar secara konsisten hingga mendekati batas psikologis 3% hingga 2027, seiring dengan penurunan rasio pendapatan negara dan peningkatan beban utang. Hal itu turut tercantum dalam laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) edisi Desember 2025. Bank Dunia memperkirakan defisit keseimbangan fiskal akan berada di level 2,8% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2025 dan bertahan di angka yang sama pada 2026. Angka itu diproyeksikan terus melebar menjadi 2,9% terhadap PDB pada 2027, nyaris menyentuh ambang batas defisit fiskal sebesar 3% sebagaimana diatur dalam UU Nomor 17/2003 tentang Keuangan Negara.

Search