Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), mamalia darat terbesar di Indonesia, kini berada dalam situasi krisis yang kian memprihatinkan. Konflik antara manusia dan satwa liar ini menjadi sorotan utama di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau, dimana habitat aslinya telah berkurang drastis. Lebih dari 80 persen tutupan hutan alami Tesso Nilo telah hilang akibat alih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit dan tanaman industri.
Penyusutan lahan yang dramatis ini, menurut Randi Syafutra, Dosen Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung yang menulis opini di Kolom Kompas.com, memaksa kawanan Gajah Sumatera keluar dari wilayah jelajahnya. Konflik meningkat bukan hanya karena kebutuhan satwa akan ruang, tetapi juga karena perambahan dan pembalakan liar terjadi tanpa konsekuensi tegas.
