Asosiasi Baja Konstruksi Curhat Banyak Pabrik Tutup Gegara Impor

Indonesia Society of Steel Construction (ISSC) meminta Kementerian Perdagangan turun tangan mengatasi derasnya impor baja konstruksi yang telah memukul keberlangsungan ribuan pelaku usaha bengkel las. Ketua Umum ISSC, Budi Harta Winata, menyebut impor baja konstruksi sudah menembus 1 juta ton per Oktober 2025,melonjak dibandingkan 2020 yang hanya mencapai ratusan ton. Budi menyampaikan langsung keluhannya secara langsung kepada Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam forum tersebut. Ia menegaskan bahwa baja yang masuk bukan bahan baku, melainkan produk jadi yang selama ini dikerjakan oleh bengkel-bengkel konstruksi lokal.

Budi menuturkan bahwa industri lokal sebenarnya mampu bersaing dari sisi harga. Ia mengklaim harga baja konstruksi produksi dalam negeri bisa menyamai harga produk asal Tiongkok jika spesifikasi dan skema pembayaran disamakan. Namun, pembayaran yang tidak pasti dari konsumen dalam negeri membuat produsen lokal kalah cepat dibanding barang impor yang dijual dalam paket siap pasang.

Search