Putin Ogah Akhiri Perang Sampai Ukraina Serahkan Wilayah

Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan perang di Ukraina hanya akan berhenti jika Kyiv menarik pasukannya dari wilayah yang diklaim Moskwa sebagai milik Rusia. Dia menyampaikan, operasi militernya bisa dihentikan bila Ukraina meninggalkan wilayah tersebut. Jika Ukraina tidak menyerah, tegasnya, Rusia akan merebutnya dengan kekuatan militer, sebagaimana dilansir AFP, Kamis (27/11/2025). Rusia kini menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina. Di satu sisi, wilayah-wilayah pendudukan ini menjadi salah satu ganjalan utama dalam proses perdamaian karena Kyiv menegaskan tidak akan menyerahkan tanahnya.

Isu lain yang juga mengemuka adalah jaminan keamanan dari Barat bagi Ukraina. Pemerintah Ukraina menilai, jaminan keamanan diperlukan untuk mencegah Rusia kembali melakukan invasi di masa depan. Di sisi lain, Washington kembali mendorong upaya mengakhiri perang yang hampir memasuki tahun keempat. Amerika Serikat (AS) mengajukan rancangan awal rencana tersebut memuat ketentuan Ukraina menarik diri dari wilayah Donetsk di timur, sementara AS secara de facto mengakui Donetsk, Crimea, dan Lugansk sebagai bagian dari Rusia.

Setelah menuai kritik dari Kyiv dan sejumlah negara Eropa, AS merevisi rencana itu pada akhir pekan lalu, namun belum memublikasikan versi terbarunya. Putin menyebut Moskwa sudah melihat rancangan terbaru yang disebut lebih ringkas dan bisa menjadi titik awal perundingan. “Secara keseluruhan, kami sepakat bahwa hal itu dapat menjadi dasar bagi kesepakatan di masa depan,” ujar Putin tentang draf terbaru yang disebut telah dipangkas menjadi sekitar 20 butir.

Search