Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah mempercepat swasembada beras nasional sekaligus menghentikan setiap upaya impor yang tidak sesuai dengan kebijakan negara. Pernyataan tersebut disampaikan Amran menyusul ditemukannya 250 ton beras asal Thailand yang masuk melalui Sabang, Aceh, tanpa izin pemerintah pusat. Amran menegaskan bahwa pemerintah akan menghalau segala bentuk impor beras yang bertentangan dengan kebijakan nasional, terutama jika dilakukan tanpa prosedur resmi. Amran menuturkan bahwa Indonesia tidak memiliki alasan untuk melakukan impor beras karena stok dalam negeri berada pada posisi kuat. Proyeksi produksi beras pada 2025 mencapai 34,77 juta ton berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Amran juga menyebut kebijakan penghentian impor oleh pemerintah berkontribusi pada penurunan harga beras dunia.
