Kecerdasan Buatan (AI) Bikin Pasokan Air Minum Berkurang

Ketersediaan air minum dunia kini semakin terancam. Penyebab penyusutannya tidak lagi semata-mata berasal dari kekeringan atau perubahan iklim, tetapi juga dipicu oleh pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Menurut laporan Forbes, kemajuan teknologi AI ternyata membawa konsekuensi yang tidak diharapkan. Salah satu dampak paling terasa adalah percepatan menurunnya cadangan air minum global. Masalah itu terutama dipicu oleh meningkatnya penggunaan air bersih oleh perusahaan teknologi untuk mendinginkan pusat data (data center) yang menjalankan sistem AI berskala besar. Pusat data AI membutuhkan sistem pendingin khusus agar suhu server bisa tetap stabil. Sistem pendingin ini didapatkan dari menara pendingin dan mekanisme udara yang memanfaatkan air bersih sebagai bahan utama untuk menguapkan panas. Untuk diketahui, menurut Laporan Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, hampir dua pertiga populasi dunia mengalami kekurangan air yang parah setidaknya selama satu bulan dalam setahun.

Search