BPI Danantara menyiapkan anggaran Rp 20 triliun yang akan disalurkan untuk membiayai peternak ayam pedaging dan petelur. Dana ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan pasokan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mencegah lonjakan harga.
Pelaksanaan program MBG telah memicu kenaikan permintaan bahan baku yang signifikan dan mendorong kenaikan harga, sehingga berpotensi memicu inflasi pangan. Untuk mengatasinya, pemerintah membentuk lima kelompok kerja (Pokja) untuk menangani berbagai persoalan secara terkoordinasi, terutama terkait pasokan pangan. Sambil menyiapkan investasi jangka panjang, pemerintah mengambil langkah antisipatif seperti diversifikasi menu MBG dengan mengurangi porsi ayam dan telur untuk sementara. Selain itu, pemerintah juga mempercepat sertifikasi keamanan pangan dan mendorong produksi pangan lokal melalui pemerintah daerah.
