Setelah sempat menarik perhatian publik karena disebut sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan dengan oktan tinggi, Bobibos akhirnya diperkenalkan ke masyarakat pada Selasa (11/11/2025) di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Namun, mengapa produk hasil riset anak bangsa ini baru muncul sekarang?
Penemu Bobibos, Ikhlas Thamrin, menjelaskan bahwa keputusan untuk memperkenalkan produknya tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Bobibos sendiri merupakan bahan bakar nabati hasil olahan limbah pertanian seperti jerami yang diproses melalui lima tahap hingga menghasilkan bahan bakar beroktan tinggi, mencapai RON 98,1. Produk ini diklaim mampu menghasilkan pembakaran yang lebih bersih dan efisien dibandingkan BBM fosil. Ikhlas menuturkan, riset terhadap Bobibos telah dilakukan selama hampir satu dekade. Fokus utama penelitian bukan hanya pada efisiensi teknologi, tetapi juga pada aspek biaya produksi agar bisa bersaing dengan bahan bakar konvensional di pasaran. transisi energi tidak bisa sekadar mengandalkan idealisme ramah lingkungan tanpa memperhitungkan realitas ekonomi masyarakat. Saat ini, tim Bobibos disebut masih terus berdiskusi dengan pemerintah dan lembaga terkait untuk memastikan proses uji, sertifikasi, hingga izin edar berjalan sesuai ketentuan.
