Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok pada perdagangan sesi pertama, Jumat (29/8) di tengah rencana aksi demonstrasi bertajuk Aksi Reformasi Polri yang akan digelar hari ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG anjlok 163 poin atau 2,05% ke level 7.789 pada pukul 10.23WIB. IHSG dibuka turun ke posisi 7.899 dan sempat menempati level terendah di Rp 7.808.
Aksi demontrasi yang terjadi pada Kamis (28/8) yang diinisiasi kelompok buruh berakhir ricuh. Seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan dilaporkan tewas tertabrak dan dilindas kendaraan taktis Brimob pada malam harinya. Aksi ini memancing kemarahan warga dan demonstran hingga massa aksi bergerak ke markas komando Brimob di kawasan Kwitang Jakarta Pusat. Hingga pagi ini sejumlah titik di Jakarta mengalami kemacetan imbas demo.
Melemahnya IHSG salah satunya disebabkan oleh turunnya saham milik adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang turun 5,21% atau 150 poin ke level 2.240. Tak hanya WIFI, saham milik konglomerat Tanah Air Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) merosot 2,30% atau 35 poin ke level 1.490.
Seluruh sektor yang ada di BEI berada di zona merah. Saham-saham bank berkapitalisasi besar terpantau ambruk. Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 0,90% atau 75 poin ke level 8.250, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 1,45% atau 60 poin ke level 4.080, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 1,05% atau 50 poin ke level 4.720 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terkoreksi 1,57% atau 70 poin ke level 4.390.