Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk mendorong eksplorasi dan pengembangan lapangan migas nasional. Hal ini disampaikannya saat kunjungan kerja ke lapangan Senipah-Peciko-South Mahakam (SPS) milik Pertamina Hulu Mahakam (PHM) di Kalimantan Timur. Bahlil menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan produksi energi nasional dan mengapresiasi inovasi serta digitalisasi yang diterapkan oleh Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui PHM dalam mengelola lapangan migas mature, termasuk penggunaan teknologi canggih untuk mengatasi tantangan operasional.
PHM melaporkan capaian produksi hingga Maret 2025 sebesar 439 MMSCFD untuk gas dan 25 ribu BOPD untuk minyak, serta telah mengebor 20 sumur tajak. Keberhasilan ini ditopang oleh strategi efisiensi operasi dan optimalisasi lapangan. Selain fokus pada peningkatan produksi, PHM juga menunjukkan komitmen tinggi terhadap keselamatan kerja dengan mencatat 44 juta lebih jam kerja tanpa kecelakaan. Kunjungan Menteri ESDM dinilai sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap sektor hulu migas, sekaligus menjadi dorongan bagi Pertamina untuk terus menjaga kinerja berkelanjutan demi ketahanan energi nasional.
