BI Bantah RI Deflasi Gara-gara Daya Beli Turun

Bank Indonesia (BI) membantah klaim bahwa deflasi yang terjadi pada Februari 2025 disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat. BI menjelaskan bahwa inflasi inti yang mencerminkan interaksi antara penawaran dan permintaan masih berada di kisaran 2,5 persen sesuai dengan target inflasi yang telah ditetapkan sebesar 2,51 persen plus minus 1 persen. Selain itu, konsumsi rumah tangga juga tetap tumbuh sekitar 5 persen pada kuartal IV 2024 yang menunjukkan bahwa perekonomian masih dalam kondisi yang cukup baik.

Deflasi 0,09 persen yang terjadi pada Februari 2025 disebabkan oleh faktor-faktor seperti diskon tarif listrik, beras, tomat, dan cabai merah yang memberikan andil signifikan dalam penurunan harga. Diskon tarif listrik, yang diatur pemerintah, menjadi penyumbang utama deflasi tersebut. Meskipun demikian, komponen inti tetap mengalami inflasi tahunan sebesar 2,48 persen yang menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tidak mengalami penurunan signifikan.

Search