IFish: Dari Restocking hingga Pemberdayaan Perempuan, Inovasi untuk Perikanan Darat Berkelanjutan

Proyek IFish, kolaborasi FAO, KKP, dan GEF, telah berhasil mengembangkan 15 kebijakan penting. Kebijakan ini melindungi lebih dari 11.800 km² ekosistem air tawar, fondasi penting bagi perikanan darat di Jawa, Kalimantan, dan Sumatra. IFish memperkenalkan model pengelolaan berbasis komunitas di lima wilayah demonstrasi, menargetkan spesies bernilai tinggi seperti sidat, arwana, dan belida. Pendekatan ilmiah, kearifan lokal, dan kolaborasi multi-sektor menjadi landasan utama proyek ini. Sistem pemantauan berbasis masyarakat dikembangkan untuk meningkatkan akurasi data perikanan, sementara forum multi-sektor dibentuk untuk melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan. Kekuatan proyek ini terletak pada pendekatan berbasis komunitas. Lebih dari 10.500 masyarakat lokal telah dibekali keterampilan penting dalam akuakultur berkelanjutan, pemantauan keanekaragaman hayati, dan pengolahan pasca-panen. Penetapan standar nasional kompetensi EAFM perairan darat, budi daya arwana, serta pengelolaan dan pemanfaatan sidat menjadi bukti nyata keberhasilan ini. Salah satu pencapaian gemilang adalah pengakuan sistem pengelolaan perikanan adat Lubuk Larangan di Kabupaten Kampar, Riau, yang menerapkan zona larangan tangkap untuk melindungi populasi ikan.

Search