Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dalam penanganan pascagempa bumi M 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Berbagai upaya penanganan telah dilakukan, salah satunya terus mengirimkan bantuan obat-obatan untuk menangani warga terdampak bencana tersebut. Ketua Satuan Tugas (Satgas) Bencana Kemenkes, Sumarjaya, mengatakan pihaknya telah mengirimkan bantuan obat-obatan ke lokasi terdampak bencana di NTT. Menurut dia, ketersediaan obat-obatan yang ada saat ini masih mencukupi untuk penanganan sampai lima hari ke depan.
Ia menambahkan, pihaknya juga terus menyalurkan bantuan obat-obatan ke NTT, terutama ke tujuh kabupaten yang terdampak bencana gempa bumi. Ia memastikan, kebutuhan obat-obatan masih akan terus tercukupi untuk penanganan di lapangan. Selain itu, Sumarjaya mengatakan, Kemenkes juga mengirimkan tenda ke lokasi terdampak. Tenda itu digunakan untuk membuat rumah sakit lapangan di lokasi terdampak bencana.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat dua rumah sakit lapangan yang telah didirikan Kemenkes, yaitu di Rumah Sakit Ruteng, Manggarai, dan Rumah Sakit Aeramo, Nagekeo. Pasalnya, kondisi dua rumah sakit itu mengalami kerusakan cukup parah. Kemenkes juga terus berkoordinasi dengan Basarnas untuk mengidentifikasi kondisi puskesmas yang terdampak dan sulit terjangkau. Pasalnya, saat ini terdapat sejumlah puskesmas yang juga mengalami kerusakan, seperti Puskesmas Dampek dan Puskesmas Pota.