Pemerintah mencatat, realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) hingga akhir Agustus mencapai Rp 234,17 triliun. Realisasi ini mencapai 71% dari plafon KUR yang dialokasikan pada tahun ini mencapai hampir Rp 290 triliun. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah ingin mendorong produktivitas melalui program KUR. Adapun realisasi KUR hingga Agusutus telah mencakup kredit untuk nelayan dan petani, termasuk kredit untuk membeli mesin dan alat pertanian.
Pemerintah juga mendorong program mandatori biodiesel B50, dengan realisasi sebesar 11,07 juta kiloliter hingga pertengahan September 2026. Selain itu pemerintah juga memberikan insentif tarif bea masuk 0 % diberlakukan untuk LPG, kemasan plastik, serta suku cadang pesawat guna menekan biaya MRO dan transportasi. Ekonomi domestik tetap solid dengan pertumbuhan 5,45 % pada semester I dan inflasi 3,19 % pada Agustus, didukung oleh penyaluran PKH tahap ketiga sebesar Rp 20,44 triliun, bantuan beras bagi lebih dari 33 juta penerima, serta Gerakan Pangan Murah bersama Bank Indonesia.