Pembagian kelompok kesejahteraan atau desil dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) masih menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Sejumlah warga mengeluhkan data yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi mereka. Menanggapi hal tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Tengah mengakui masih ditemukan ketidaksesuaian antara data dengan kondisi nyata masyarakat di lapangan.
Pelaksana Harian Kepala Dinsos Jawa Tengah, Isriadi Widodo, mengatakan penentuan desil merupakan proses yang kompleks karena melibatkan pengolahan dan pengkajian data di tingkat pemerintah pusat. Dia menyebut, pemerintah daerah berperan membantu menjembatani dan mengomunikasikan kondisi masyarakat apabila ditemukan data yang tidak sesuai.
Ia mengatakan masyarakat yang merasa data atau klasifikasi desilnya tidak sesuai dapat menyampaikan laporan melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di kecamatan atau Dinas Sosial. Ia menilai pemutakhiran data penting dilakukan agar bantuan sosial dapat diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan dengan menyesuaikan ketersediaan anggaran.