Pertemuan dengan Jajaran Direksi dan Komisaris PT. Balai Pustaka (PERSERO)

PT. Balai Pustaka (Persero) / (BP), merupakan BUMN yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah karena kini kondisinya cukup memprihatinkan. Sebagai aset negara, seharusnya BP lebih diberikan perhatian dari kementerian terkait. Jangan hanya dilihat dari tangible value saja, namun juga intangible value-nya. Dalam dunia pendidikan dan kesusastraan BP perlu dukungan pemerintah agar dapat memberikan kontribusi untuk generasi mendatang agar dapat lebih mengenal dan mencintai negara. BP tidak dapat disamakan dan diperlakukan sama dengan perusahaan BUMN lainnya. Hadir dalam pertemuan ini jajaran direksi dan komisaris dari BP, seperti Bapak Saiful Bahri, Direktur Utama dan Bapak Hamid Basyaib, Komisaris Utama.

Pertemuan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Bapak Suharso Monoarfa dengan BP sebenarnya bertujuan untuk mengetahui kondisi keuangan BP, serta membahas rencana peringatan hari ulang tahun (HUT) BP yang ke-100 Tahun. Selain membahas hal itu, BP juga menyampaikan kepada Bapak Suharso Monoarfa, bahwa Bapak Joko Widodo tertarik pada buku “6000 Tahun Sang Merah Putih”, karena banyak orang tidak mengerti bahwa Sang Saka Merah Putih sudah berumur 6000 tahun.

Buku “6000 Tahun Sang Merah Putih” telah diuji oleh Bapak Anhar Gonggong dan Bapak Taufik Abdullah, yang menyatakan bahwa tidak ada buku lain yang men-ceritakan sejarah bendera merah putih, simbologi dari kata merah dan putih yang ternyata memiliki kandungan makna tersendiri yang selama ini masyarakat tidak mengetahuinya. Berkenaan dengan hal tersebut Bapak Presiden mengarahkan agar BP memperbanyak dan menyebarluaskannya, buku ini perlu dibaca oleh seluruh anak Indonesia untuk menumbuhkan semangat cinta tanah air. (ARD)