Transaksi melalui Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS terus mencatatkan pertumbuhan yang tinggi. Menurut Bank Indonesia (BI), volume transaksi QRIS pada Juli 2026 tumbuh lebih dari 80% secara tahunan atau year on year (YoY). Pjs. Gubernur BI, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa pertumbuhan transaksi QRIS tersebut didukung oleh semakin luasnya penggunaan pembayaran digital, seiring dengan peningkatan jumlah pengguna dan merchant QRIS. Capaian itu menjadi salah satu penopang perkembangan transaksi ekonomi dan keuangan digital di Indonesia.
BI mencatat, volume transaksi pembayaran digital secara keseluruhan mencapai 5,5 miliar transaksi pada Juli 2026, atau tumbuh 28,69% YoY. Transaksi melalui internet naik 9,39 % YoY, sementara transaksi mobile meningkat 24,25 % YoY; di sisi infrastruktur ritel, BI-FAST mencatat 546 juta transaksi (31,62 % YoY) senilai 1.355 triliun, dan BI-RTGS tercatat 0,99 juta transaksi (3,12 % YoY) dengan nilai Rp 20.097 triliun. Uang kartal yang diedarkan (UYD) tumbuh 15,10 % YoY menjadi Rp 1.314 triliun, mencerminkan upaya BI menjaga ketersediaan dan kualitas uang rupiah di seluruh wilayah, termasuk daerah 3T.
