Dalam beberapa hari terakhir, kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, menjadi pusat aktivitas politik yang intens. Sejumlah petinggi partai terlihat silih berganti mengunjungi kediamannya, terutama pasca-penahanan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kunjungan para elite partai ini semakin intensif sejak Jumat, dengan kehadiran tokoh-tokoh seperti Ketua DPP PDIP Bidang Sumber Daya Said Abdullah, Ketua DPP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun, serta sejumlah kader lainnya. Kedatangan mereka tampaknya mencerminkan dinamika internal yang berkembang dalam tubuh partai terkait situasi politik yang sedang berlangsung.
Pertemuan-pertemuan ini terus berlanjut hingga akhir pekan, dengan kehadiran berbagai figur penting partai. Pada hari Sabtu, beberapa kader kembali terlihat memasuki kediaman Megawati, termasuk Adian Napitupulu, Ronny Talapessy, serta mantan Menteri PPPA Bintang Puspayoga. Menariknya, mereka tampak mengenakan pakaian bernuansa gelap, mencerminkan keseriusan pertemuan yang tengah berlangsung. Kendati demikian, tidak ada pernyataan resmi yang diberikan kepada media mengenai isi diskusi yang terjadi di dalam pertemuan tersebut, meninggalkan ruang bagi spekulasi terkait agenda yang sedang dibahas oleh para elite partai.
Pada hari Minggu, arus kedatangan kader ke kediaman Megawati tetap berlanjut, menegaskan bahwa konsolidasi politik masih terus berlangsung. Sejumlah Ketua DPP, termasuk MY Esti Wijayati dan Sukur Nababan, turut merapat ke lokasi. Kehadiran mereka mengindikasikan adanya koordinasi internal yang mendalam dalam menghadapi dinamika politik terkini. Meskipun detail pembahasan tidak diungkapkan ke publik, intensitas pertemuan ini menunjukkan bahwa PDIP tengah melakukan langkah-langkah strategis dalam merespons perkembangan politik yang sedang terjadi.