Teknologi Modular China Dilirik untuk Rusun, Tim Khusus Dibentuk

Pemerintah Indonesia tengah menjajaki kemungkinan penggunaan teknologi modular dari China untuk pembangunan rumah susun (rusun), terutama dalam menjawab kebutuhan hunian di kawasan perkotaan yang padat. Penjajakan tersebut kini mulai masuk ke tahap pembahasan teknis. Nantinya, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan membentuk tim khusus bersama pihak China untuk membahas mekanisme kerja sama tersebut.

Teknologi modular dalam pembangunan rumah susun pada prinsipnya memungkinkan sejumlah bagian bangunan diproduksi dengan sistem yang lebih terstandar sebelum dirakit menjadi bagian dari bangunan di lokasi proyek. Namun, pemerintah masih perlu memastikan teknologi yang ditawarkan dapat diterapkan sesuai kebutuhan pembangunan rusun di Indonesia.

Selain aspek teknologi dan tata kelola, pemerintah juga ingin memastikan kerja sama tersebut memberikan ruang bagi industri dalam negeri. Menteri PKP Maruarar Sirait atau Ara juga memberikan perhatian agar produk-produk Indonesia dapat menjadi bagian dari rantai pasok dalam kerja sama tersebut. Dengan demikian, penjajakan teknologi modular dari China tidak diarahkan hanya untuk memasukkan teknologi asing dalam pembangunan rusun. Pemerintah juga ingin melihat peluang keterlibatan produk dalam negeri dan pelaku UMKM dalam rantai pasoknya.

Search