Stok Cadangan Beras Pemerintah Bulog Tersisa 4,7 Juta Ton per September 2026

Stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mengalami penurunan menjadi 4,722 juta ton per 14 September 2026. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan jumlah ini berkurang dari posisi sebelumnya yang berada di kisaran 5,4 juta ton karena masifnya penyaluran berbagai program pangan sepanjang tahun berjalan.

Meskipun stok berkurang akibat penyaluran, Bulog memastikan kualitas cadangan beras pemerintah tetap terjaga melalui pengelolaan penyimpanan berkelanjutan. Bulog menerapkan sistem pemeliharaan bertahap dan berjenjang dengan pemeriksaan kondisi beras secara rutin, mulai dari pengecekan harian, mingguan, bulanan, hingga evaluasi setiap semester. Sistem ini dilakukan untuk memastikan kondisi beras tetap baik selama masa penyimpanan dengan memperhatikan tata letak serta pengaturan posisi beras di gudang. 

Namun, terhadap sebagian beras yang mengalami penurunan mutu setelah masa penyimpanan lebih dari delapan bulan, Bulog mengambil langkah hilirisasi. Sekitar 380 ribu ton beras turun mutu akan dialihkan untuk produksi tepung beras melalui mekanisme lelang. Keputusan ini telah dibahas dalam rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama pemangku kepentingan terkait. Rizal juga menegaskan bahwa penyerapan gabah dan beras petani dalam negeri dengan harga Rp6.500 per kilogram sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) terus berlangsung sepanjang tahun.

Search