Sejumlah wilayah di Kalimantan masih terkepung kualitas udara berbahaya Senin (7/9). Sebagian besar dipengaruhi oleh tingginya konsentrasi partikel padat berukuran sangat kecil, yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masif di pulau tersebut. Merujuk situs IQAir, poin AQI di beberapa titik Kalimantan melampaui 300. Kondisi tersebut membuat semua orang berisiko mengalami efek kesehatan.
IQAir menyarankan masyarakat menghindari aktivitas olahraga di luar ruangan, memakai masker polusi, serta membatasi keluar rumah dan memastikan tempat tinggal tertutup. Asap kebakaran juga meluas ke Malaysia, menyebabkan AQI tidak sehat di Kuching (AQI 192, PM2.5 114 µg/m³) dan Kuala Lumpur (AQI 174, PM2.5 87,9 µg/m³).
