Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memberikan sejumlah masukan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait pelemahan rupiah dan ketidakpastian ekonomi global. Salah satu poin yang disorot adalah peluang memperkuat cadangan devisa Indonesia melalui peningkatan remitansi pekerja migran, yang dinilai masih tertinggal dibandingkan Filipina. Anggota DEN Mochamad Firman Hidayat mengatakan pelemahan rupiah perlu dilihat secara menyeluruh dan tidak semata-mata dari pergerakan nilai tukar. Menurut dia, pemerintah masih memiliki sejumlah instrumen untuk memperkuat neraca pembayaran dan pasokan devisa nasional.
Firman menjelaskan salah satu sumber devisa yang masih berpotensi ditingkatkan adalah pendapatan sekunder atau remitansi dari pekerja migran Indonesia di luar negeri. Menurut dia, kontribusi remitansi Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara-negara lain di kawasan, terutama Filipina yang selama ini dikenal sebagai salah satu negara dengan penerimaan remitansi terbesar di Asia.
Selain remitansi, Firman juga menyoroti sektor pariwisata sebagai sumber devisa yang masih dapat didorong lebih jauh. Ia mencatat jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia masih berada di bawah sejumlah negara tetangga. Menurut Firman, Indonesia menerima sekitar 15 juta wisatawan asing sepanjang tahun lalu. Angka tersebut masih tertinggal dibandingkan Vietnam yang mencapai sekitar 20 juta wisatawan, Thailand 30 juta wisatawan, dan Malaysia sekitar 40 juta wisatawan. Ia menambahkan salah satu kebijakan yang dapat dipertimbangkan untuk mendorong kunjungan wisatawan asing adalah pemberian bebas visa bagi negara-negara tertentu yang memiliki tingkat pendapatan tinggi dan minat besar untuk berkunjung ke Indonesia.
