Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kesiapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk realisasi program pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) langsung dapat rekening bank. Rencananya, tiap rekening akan berisi saldo Rp 50.000. Sumber dana utama berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tersedia, termasuk cadangan belanja. Pemerintah merencanakan setiap rekening berisi saldo awal Rp 50.000, dengan kemungkinan awal antara Rp 50.000 hingga Rp 80.000. Bank yang ditunjuk adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Himbara menyatakan mampu mengisi saldo Rp 50.000 per rekening dan memastikan kebijakan tidak memberi tekanan pada bank-bank pelat merah.
