Produksi beras Indonesia diprediksi belum menunjukkan banyak perubahan hingga Oktober 2026. Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) Juli 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras Indonesia pada Januari-Oktober 2026 mencapai 31,41 juta ton. Dengan kata lain, produksi beras sepanjang Januari-Oktober 2026 masih berada di kisaran yang hampir sama dengan tahun sebelumnya. Namun, di balik angka nasional tersebut, terdapat perbedaan perkembangan yang cukup lebar antardaerah.
Produksi beras pada Juli 2026 merupakan hasil konversi dari produksi padi. Pada bulan tersebut, produksi padi tercatat sekitar 4,75 juta ton gabah kering giling (GKG), turun 0,05 juta ton atau 1 persen dibandingkan Juli 2025 yang mencapai 4,80 juta ton GKG. Penurunan produksi tersebut berlangsung bersamaan dengan berkurangnya luas panen. BPS mencatat realisasi luas panen padi pada Juli 2026 mencapai 0,93 juta hektare, turun sekitar 0,01 juta hektare atau 1,05 persen dibandingkan Juli 2025 yang sebesar 0,94 juta hektare.
