Praktik Culas Beras Fortifikasi: Ganti Label Demi Untung Besar

Kasus dugaan mafia beras fortifikasi yang mencuat ke publik menguak praktik bisnis yang dinilai tidak manusiawi. Program pangan bergizi yang seharusnya menyentuh masyarakat menengah ke bawah justru disalahgunakan menjadi ajang meraup keuntungan besar. Praktik ini diduga dilakukan dengan mengganti label beras biasa menjadi beras fortifikasi, sehingga harga jualnya melonjak drastis hingga mencapai Rp42 ribu per kilogram.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, bahkan menyebut praktik lancung ini melibatkan perusahaan besar. Pasalnya, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel dari berbagai daerah, sekitar 80 persen dari 15 merek beras fortifikasi yang diuji dinyatakan tidak memenuhi standar yang dipersyaratkan.

Search